Wednesday, January 20, 2016

Suami Idaman

Rasulullah Sosok Panutan Keluarga

Sebagai pemimpin agama dan umat, Rasulullah sangat perhatian ke keluarga.

Sebelum bicara terlalu jauh dalam konsep berbangsa dan bernegara, kesuksesan sebenarnya diawali dari keluarga. Inilah basis keberhasilan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam memimpin umat yang dimulai dari keberhasilan dalam keluarga.

Rasulullah bersabda, “Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik kepada keluarganya. Dan aku adalah yang terbaik pada keluargaku di antara kalian.” (HR. Tirmidzi)

Dalam hadis di atas, tergambar bagaimana Islam sangat memuliakan keluarga. Kendati Rasulullah seorang kepala negara, panglima perang, dan pemimpin umat, beliau tetap bisa menjadi suami dan ayah terbaik bagi sembilan rumah tangganya.

Rasulullah merupakan sosok suami sempurna yang mesti diteladani. Sesibuk apapun aktivitas suami tak boleh luput memperhatikan keluarga. Sebagaimana penuturan Aisyah, Rasulullah tak segan membantu pekerjaan rumah tangga (HR. Bukhari).

“Selain imam atau pemimpin dalam keluarga, Rasulullah menjadi pelindung, pengayom, dan menunaikan hak-hak anggota keluarga dengan sempurna.”

Beliau tak pernah sekali pun ia mengasari baik perkataan maupun perbuatan. Betapapun besarnya tanggung jawab beliau di luar rumah sebagai pemimpin umat, itu tak mengurangi kelembutan dan kasih sayangnya dalam keluarga.

Bahkan, ketika nabi sedang berbicara dengan tokoh-tokoh besar Quraisy dalam berdakwah, beliau tak segan memangku, memeluk, dan mencium cucunya.

Setidaknya ada empat modal dasar Rasulullah yang menjadikannya figure suami dan ayah terbaik. Moda tersebut adalah jujur, amanah, cerdas, dan tabligh. Tabligh bukan hanya diartikan menyampaikan, melainkan juga kemampuan berkomunikasi dengan baik pada siapapun.

Dalam berbagai riwayat disebutkan, Rasulullah tak mau melewatkan sesi makan bersama keluarga. Rasulullah bersama istrinya, Aisyah terbiasa memakan bis (sejenis bubur) bersama (HR. Bukhari).

Makan sepiring berdua bukanlah simbol kesederhanaan, apalagi kemiskinan. Suami-istri makan berdua bisa memupuk rasa kasih sayang dan kemesraan di antara mereka. “Dan sesungguhnya jika engkau memberikan nafkah, hal itu adalah sedekah, hingga suapan nasi yang engkau suapkan ke dalam mulut istrimu.” (HR. Bukhari-Muslim)


Republika 23 Desember 2015

Untuk koleksi kain tenun tapis terlengkap, segera kunjungi www.rumahtapis.blogspot.com


Praktik Kebaikan

Membumikan Kebaikan

Betapa terperanjatnya Abu Bakar. Saat ia bersua dengan Hanzalah, sahabat nabi itu menilai dirinya telah menjadi orang munafik.

Suatu ketika Abu Bakar bertemu dengan Hanzalah di jalan. Abu Bakar pun bertanya kabar, “Apa akabar wahai Hanzalah?”

“Hanzalah telah munafik!” jawab Hanzalah tegas. Sontak perkataan sahabat Nabi itu mengagetkan Abu Bakar. “Maha Suci Allah! Mengapa kamu berkata demikian wahai Hanzalah!” Tanya Abu Bakar.

Ia pun menjawab, “Bagaimana saya tidak jadi seperti orang munafik! Apabila kita berada di sisi Nabi Muhammad, baginda mengingatkan kita tentang neraka dan surga sehingga seolah-olah kita dapat melihatnya dihadapan mata kita. Tetapi, apabila kita beredar meninggalkan baginda, kita telah dilalaikan dengan anak dan harta benda kita, sehingga kita melupakan peringatan yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad itu.”

Kita paham lanjutan dari hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim tersebut. Abu Bakar memiliki kegundahan yang sama. Padahal, kita juga paham bagaimana level keimanan seorang Abu Bakar.
Kegundahan yang dirasakan Hanzalah dan Abu Bakar seharusnya kita rasakan juga. Betapa saat berlinang air mata kala muhasabah, hati kita begitu menyesal dengan dosa-dosa. Saat kita lanjutkan iktikaf di masjid, hati kita begitu tertaut dengan rumah Allah.

Saat waktu fajar menjelang, kita tak ketinggalan dua rakaat sebelum Subuh. Saat imam shalat subuh mengundangkan takbiratulihram, kita sudah berdiri di shaf paling depan. Seusai salam, kita mengambil mushaf. Tilawah satu juz pun khatam kurang dari satu jam.

Saat matahari mulai terbit, kita masih bersimpuj di masjid. Lalu dengan tenang mendirikan dua rakaat shalat syuruq. Semua kebaikan rasanya terlalu sayang kita lepaskan hari itu.

Namun, saat kita pulang ke rumah. Kembali ke tumpukan tugas-tugas di kantor. Bercengkrama dengan klie di gedung-gedung pencakar langit. Menandatangani perjanjian kontrak miliaran rupiah. Kita lupa bagaimana lezatnya malam-malam saat muhasabah itu.

Iman itu bisa bertambah dan berkurang. Bertambah dengan amal, berkurang dengan maksiat. Menjadi wajar jika memang siklus keimanan seseorang adakalanya bertambah, tak pelak kerap kali turun.
Namun, alangkah baiknya jika kita punya alarm waspada seperti Hanzalah. Ia tak melakukan maksiat. Justru mungkin sesuatu yang dianjurkan untuk berkumpul dengan keluarga. Namun ia takut. Jangan-jangan riang gembiranya ia bercengkrama dengan keluarga melalaikannya dari mengingat Allah.

Jangan pula keimanan kadang turun menjadi justifikasi jika seseorang sah-sah saja melakukan tindakan maksiat. Manusia memang tempat salah dan khilaf. Namun, bukan sebuah dosa yang terencana. Iman memang adakalanya turun. Memberi ruang bagi sifat kemanusiaan kita.
Namun, alangkah lebih baik jika kita bisa membumikan kebaikan sehingga amal kita terus menanjak. Membiasakan diri dengan kebaikan memang tak mudah. Butuh perjuangan ekstra. Namun, hal itu bukan suatu yang mustahil.

Bawalah lingkungan masjid itu dalam keseharian. Ciptakan kondisi lingkungan dari mulai rumah hingga aktivitas di luar, seperti masjid. Ada nuansa pengingat setiap kali kita ingin keluar jalur. Tanamkan kesadaran kepada anggota keluarga. Sehingga, mereka menjadi pengingat yang senantiasa hadir.

Meski tak ada salahnya pula kita sejenak memberi ruang pada keinginan, sebatas bukan hal yang makruh, apalagi diharamkan. Karena meski kita ingin terus berada dalam kondisi yang serba ideal dalam keimanan, ada hak-hak jiwa yang harus ditunaikan.


Republika 8 Januari 2016

Untuk koleksi kain tenun tapis terlengkap, segera kunjungi www.rumahtapis.blogspot.com

Kerajinan Khas Lampung

Indonesia sangat kaya dengan produk kerajinan kain. Tentu masyarakat Indonesia sangat mengenal batik dan kebaya. Begitu juga dengan kain tenun, songket dan ulos sudah sangat familiar ditelinga. Produk kain tersebut bahkan dikenal hingga ke mancanegara.

Namun tidak banyak masyarakat Indonesia yang mengenal kain tapis. Kain tenun khas Lampung ini sebenarnya masuk dalam jenis kain songket, namun memiliki tekstur kain yang lebih kasar dibandingkan kain songket Palembang.

Kain tapis merupakan kain tenun yang menjadi ikon tenun masyarakat Lampung. Kain tenun tapis dibuat dari benang kapas dan ditenun dengan menggunakan peralatan tenun tradisional. Kemudian kain tenun dihias dengan sulaman benang emas atau benang perak, sehingga menjadikan kain ini tampak begitu elegan dan mewah.

Motif pada kain tapis umumnya diinspirasi dari kondisi flora dan fauna di wilayah Lampung. Motif flora seperti motif rebung, sedangkan motif fauna seperti gajah. Begitu Islam masuk dan menyebar di Lampung, motif tapis pun turut berkembang. Pengaruh Islam dalam tapis dapat dilihat dari munculnya motif kaligrafi arab yang diambil dari petikan ayat-ayat suci Al-Quran. Pengaruh Islam tidak serta-merta menggusur keberadaan motif yang sudah ada sebelumnya. Justru kombinasi antara motif pra dan pasca Islam, kian mempercantik motif kain tapis.

Jika diamati dengan seksama, ada perpaduan budaya dalam motif-motif tapis yaitu antara budaya animisme-dinamisme, Hindu, budha, Islam, maupun Tiongkok. Salah satu motif tapis, kapal naga, menunjukkan adanya interaksi antara masyarakat Lampung dengan negeri Tiongkok. Ragam motif tapis selalu mengikuti perkembangan kebudayaan masyarakat Lampung.

Biasanya masyarakat Lampung menggunakan kain tapis pada upacara adat dan keagamaan. Namun saat ini, pemakaian kain tapis lebih populer dikenakan  masyarakat Lampung ketika acara pernikahan. Selain dimanfaatkan sebagai pakaian, ada pula kain tapis yang didesain khusus untuk hiasan dinding.

Pengerjaan kain tapis dikenal rumit dan menghabiskan waktu yang cukup lama. Proses pengerjaan yang memakan waktu paling lama adalah pada proses penyulaman benang emas. Lamanya proses penyulaman biasanya tergantung pada bentuk dan ukuran motif. Semakin rumit bentuk motif dan semakin besar ukurannya, pastinya akan membutuhkan waktu pengerjaan yang lama.

Untuk menyulam benang emas dengan tingkat kerapatan dan kerapihan yang tinggi, diperlukan ketelitian dan ketekunan yang tinggi pula. Semisal untuk mengerjakan motif kaligrafi asmaul husna dengan ukuran 1,5 meter x 75 cm, setidaknya seorang pengrajin membutuhkan waktu hingga 4 bulan. 
Dengan harga jual dikisaran 2 jutaan, maka seorang pengrajin mendapatkan uang 500 ribu per bulan. Itu hanya hitungan sederhana saja. Belum dipotong dengan biaya produksi seperti pengadaan bahan baku, tentu 500 ribu per bulan bukanlah pendapatan bersih. Pengrajin tapis biasanya tidak menjual sendiri hasil karyanya. Seringkali mereka hanya membuat tapis berdasar pesanan dari penjual yang memiliki toko tapis atau menjualnya kepada pengumpul kain tapis.

Menjadi pengrajin tapis merupakan sebuah perjuangan. Nyaris seluruh pengrajin adalah wanita paruh baya. Sangat sedikit gadis Lampung yang berminat untuk menggeluti profesi sebagai pengrajin tapis. Profesi pengrajin tapis belum dapat dijadikan sebagai pekerjaan utama, karena pendapatan dari menyulam atau menenun tapis memanglah tidak besar. Padahal untuk menghasilkan tapis yang berkualitas membutuhkan waktu berminggu-minggu. Tapis merupakan salah satu produk tenun yang sulit diproduksi secara massal. Kalau pun ada upaya inovasi membuat motif dengan cara bordir mesin, namun kurang begitu diminati konsumen, padahal harganya sangat murah dibanding tapis yang motifnya dibuat dengan sulam tangan. Pembuatan motif dengan bordir menjadikan produksi kain tapis bisa dikebut, walaupun dari sisi kualitas jelas jauh berbeda dengan penyulaman dengan metode sulam tangan.

Sebagai kerajinan yang bernilai seni tinggi, kain tapis banyak diburu oleh turis asing. Para turis asing itu begitu getol mencari motif-motif tapis langka. Mereka begitu kagum dengan keindahan dan kerumitan pembuatan motif tapis. Untuk menemukan kain tapis kuno, para turis rela berburu hingga ke pelosok-pelosok kampung di Lampung.

Selain bernilai seni tinggi, kain tapis juga sangat awet dan tahan lama. Bahkan Ibu Ani Yudhoyono memiliki koleksi kain tapis yang berusia lebih dari 200 tahun. Dengan perawatan dan pemeliharaan yang tepat, kain tapis dapat berumur panjang.

Pemerintah Propinsi Lampung memang terus mendorong kemajuan industri kain tapis dengan sering berpartisipasi dalam pameran-pameran kerajinan di tingkat nasional maupun internasional. Partisipasi dalam pameran tersebut diharapkan akan semakin mengenalkan kain tapis kepada masyarakat diberbagai belahan dunia.

Untuk koleksi kain tenun tapis terlengkap, segera kunjungi www.rumahtapis.blogspot.com


Terapi Imunologi

Dunia kedokteran terus berupaya menemukan obat membunuh sel kanker. Baru-baru ini, pengobatan imunoterapi bagi penderita kanker dianggap sebagai terobosan baru dalam bidang medis, terutama di bidang onkologi.

Sel kanker pada dasarnya memiliki kemampuan untuk menyamarkan diri sedemikian rupa sehingga sistem kekebalan tubuh kita dapat mendeteksi sel jahat tersebut di dalam tubuh. Melalui pengobatan imunoterapi, sistem kekebalan tubuh dapat ditingkatkan untuk mendeteksi sel kanker dengan lebih efektif.

Pengobatan ini dipercaya dapat membantu menghentikan atau memperlambat pertumbuhan sel kanker dan mencegah kanker menyebar ke bagian tubuh lain. Sehingga nantinya dapat membantu sistem kekebalan tubuh bekerja lebih baik dalam menghancurkan sel kanker.

Imunoterapi memang merupakan bentuk pengobatan dengan menggunakan sistem kekebalan tubuh individu untuk melawan sel kanker.

Imunoterapi juga merupakan metode pengobatan kanker terbaru yang telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) AS.

Orang yang terkena kanker mengalami kerusakan sistem kekebalan tubuh yang menghambat pertahanan dan kemampuan alami tubuh untuk mengenali sistem kanker dan menghancurkannya. Dengan imunoterapi, sistem kekebalan tubuh dapat dilatih untuk mengenali sel kanker melalui vaksin khusus dan metode lainnya.

Imunoterapi juga berguna untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melatihnya untuk mengenali antigen tumor yang sebelumnya telah menghindar dari deteksi. Ketika sel kanker ini terdeteksi, sistem kekebalan tubuh secara efektif menghilangkan sel tersebut secara sistematis di seluruh tubuh.

Meskipun uji coba klinis dan penelitian tentang imunoterapi masih berlangsung, bentuk pengobatan ini diharapkan dapat memberikan alternative lain bagi pasien. Tentunya, alternative itu dengan efektivitas yang lebih tinggi dan efek samping yang lebih rendah dibandingkan kemoterapi.

Terapi imunologi diharapkan dapat menjadi alternative selain pengobatan dengan kemoterapi dan radioterapi yang kadang-kadang dapat menyebabkan efek samping yang serius dalam jangka waktu pendek dan panjang. Secara umum, ketika melakukan imunoterapi, secara signifikan lebih rendah dan jauh lebih aman.

Tindakan utama imunoterapi bersifat melepaskan rem dari sistem kekebalan tubuh. Efek samping pengobatannya meliputi pneumonitis yang menyebabkan sesak napas, ruam kulit, turunnya tekanan darah sementara, dan gejala mirip flu.

Imunoterapi merupakan kebalikan dari kemoterapi. Pasien yang sudah melakukan terapi ini kadang-kadang perubahannya tampak jelas meskipun pengobatan telah dihentikan.

Republika 8 Januari 2016

Untuk koleksi kain tenun tapis terlengkap, segera kunjungi www.rumahtapis.blogspot.com


Tips Pranikah

Akan tiba masanya bagi kaum hawa untuk menikah dan melahirkan keturunan. Melahirkan tentu saja bisa jadi tak hanya sekali.

Sayangnya, hajat besar kaum hawa dari proses kehamilan hingga melahirkan ini belum didukung ketersediaan tenaga medis perempuan yang mencukupi. Bahkan, dokter spesialis obstetric ginekologi didominasi kaum pria. Secara syariat, bolehkan melakukan proses persalinan dengan dokter laki-laki?
Islam dikenal sangat apik dalam menjaga aurat perempuan. Firman Allah, “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak daripadanya.” (QS. An-Nur: 31)

Ayat di atas menegaskan, jangankan anggota tubuh, memperlihatkan perhiasan saja belum tentu 100 persen diakomadasi syariat Islam.

Hukum asal memperlihatkan aurat bagi kaum perempuan ataupun laki-laki adalah haram. Bahkan, hukum asal melihat perempuan sesama perempuan tetap haram. Sebagaimana hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dari Abu Said Al-Khudri, “Janganlah seorang wanita melihat aurat wanita (lain).” (HR. Muslim)

Pengharaman soal aurat ini banyak sekali diterangkan dalam berbagai dalil Al-Quran, hadis, hingga jumhur seluruh ulama.

Pada proses persalinan, tak hanya sekedar aurat, tapi juga menampakkan aurat mughallazhah dari perempuan. Tak pula hanya sekedar melihat, tapi juga ada tindakan menyentuh. Namun, dalam proses persalinan, hukum asal yang semula haram dipengaruhi kaidah fikih yang mengatakan ‘kondisi darurat bisa membolehkan perkara yang dilarang’. Sehingga, melihat aurat mughallazhah perempuan yang semula haram bisa menjadi boleh, bahkan wajib jika benar-benar dibutuhkan.

Dalam proses persalinan, para ulama memberikan urutan-urutan siapa saja yang boleh menangani persalinan. Urutan ini tercantum dalam fatwa Lajnah Daimah Arab Saudi. Pertama, hendaklah suami istri merencanakan persalinan dengan dokter muslimah. Inilah yang pertama kali harus dilakukan. Jika cara ini buntu, urutan kedua melahirkan dengan dokter wanita non muslim.

Jika urutan kedua juga tidak didapati, urutan ketiga diperbolehkan melahirkan dengan dokter laki-laki muslim. Jika tidak juga didapati, alternative terakhir diperbolehkan data kepada dokter laki-laki non muslim. Empat urutan ini harus ditempuh dari awal.

Para ulama memesankan kepada suami istri, hendaklah berupaya semaksimal mungkin agar menjalani persalinan pada urutan yang pertama. Demikian juga, urutan ini juga berlaku untuk persalinan dengan jalan operasi Caesar.

Wajib bagi pasutri untuk mengetahui siapa dokter yang akan menangani persalinan. Ketika akan melahirkan, si istri langsung diboyong ke rumah sakit tanpa tahu terlebih dahulu laki-laki atau perempuankah yang akan menangani persalinan. Perbuatan ini tentu kesewenang-wenangan dalam memandang syariat.

Demikian juga kasus pasture yang memilih melahirkan dengan dokter laki-laki, padahal di tempatnya terdapat dokter perempuan. Alasan mereka karena penanganan dokter laki-laki lebih baik dari dokter perempuan. Tentu alasan ini tidaklah bisa diterima syariat.

Para ulama mensyaratkan beberapa hal jika dalam kondisi darurat pasien wanita harus ditangani dokter laki-laki. Para ulama Lajnah Daimah Arab Saudi juga mensyaratkan pendampiangan dari suami, ibu, atau kerabat perempuan dari istri ketika menjalani proses persalinan.

Jika seorang perempuan akan menjalani persalinan dengan dokter laki-laki, ia wajib mendampingi agar keduanya tidak berkhalwat. Jika melahirkan dengan dokter wanita, pendampingan hanya bersifat anjuran, namun tidak wajib secara syariat.

Jika memang proses persalinan harus ditangani dokter laki-laki, dokter tersebut haruslah amanah dan menjaga adab kesopanan. Ia hanya diperbolehkan menangani apa yang menjadi wilayah kerjanya. Haram baginya untuk melihat atau menyentuh anggota tubuh lain yang tidak diperlukan. Di sinilah perlunya pendampingan dari suami atau keluarga pasien.

Para ulama menyebutkan, jika problema penanganan persalinan ini diluaskan, banyak aspek lainnya yang juga terkena imbas hukum syari. Misalnya, bagi dokter muslimah spesialis obstetric ginekologi,. Haram baginya menolah pasien perempuan jika diketahui persalinan tersebut pada akhirnya akan ditangani dokter laki-laki.

Demikian juga menjadi fardhu kifayah hukumnya bagi perempuan di suatu daerah untuk belajar obstetric ginekologi, jika di daerah tersebut tidak ada dokter bersalin perempuan. Menjadi dosa bagi pemerintah dan seluruh penduduk setempat jika terjadi pembiaran persalinan yang ditangani kaum laki-laki tanpa ada solusi atau upaya pencegahan.

Lantas bagaimana jika sebatas pemeriksaan kehamilan saja? Pada dasarnya, urutan kebolehan secara syariat sama dengan urutan siapa saja yang boleh menangani proses persalinan. Pemeriksaan persalinan juga boleh dilakukan dengan dokter laki-laki dengan memperhatikan persyaratan-persyaratan yang diberikan para ulama.

Pemeriksaan kehamilan dengan dokter laki-laki perlu lebih diperinci. Apakah dengan tujuan pengobatan, ada kekhawatiran akan kondisi janin, untuk mengetahui kondisi janin, atau sekedar pengecekan saja. Hal ini memengaruhi tingkat darurat yang akan menghalalkan apa yang sebelumnya diharamkan syariat.

Tetapi janganlah dokter atau pasien berlebih-lebihan atau menggampang-gampangkan syariat. Firman Allah Ta’ala, “Tetapi, barang siapa terpaksa, bukan kerena menginginkannya tidak pula melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya, Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”


Republika 8 Januari 2016

Untuk koleksi kain tenun tapis terlengkap, segera kunjungi www.rumahtapis.blogspot.com

Awet Muda Dengan Kolagen Halal Dan Tayib

Awet Muda Dengan Kolagen Halal Dan Tayib

Semua orang ingin terus terlihat dan merasa muda, namun taka da yang dapat membendung bertambahnya usia. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi kini memberikan kabar baik para muslimah yang ingin tampak awet muda dengan penggunaan kolagen.

Kolagen merupakan salah satu protein yang menyusun tubuh. Ini adalah struktur organic pembangun gigi, tulang, sendi, otot, dan kulit. Kolagen merupakan protein yang tidak larut dalam air, yang terdapat dalam jaringan ikat tulang, tendon, dan kulit hewan. Keberadaan kolagen mencapai 30 persen dari seluruh protein yang ada dalam tubuh dan akan bertambah satu persen per tahun.

Dalam industry pangan, kolagen digunakan dalam pembuatan selongsong sosis. Penggunaan kolagen dalam industry kosmetik menjadi lebih massif melihat kegunaannya sangat banyak.

Kolagen memiliki peran penting dalam tubuh manusia. Zat ini melindungi organ-organ penting. Kolagen menjaga keseimbangan metabolisme tubuh, membantu melancarkan sirkulasi darah, dan membantu menyerap kalsium.

Kolagen juga memegang peran penting dalam kesehatan rambut, kuku, dan kulit. Inilah yang menyebabkan penggunaan kolagen sangat laris dalam industry kosmetik.

Serat kolagen yang kuat mampu menahan air sehingga dipercaya dapat menjaga kelembapan, kesehatan, dan kekencangan kulit. Di kulit bagian tengah, kolagen membantu membentuk jaringan fibrosa yang diatasnya sel-sel baru dapat tumbuh. Kolagen diperlukan untuk menggantikan dan memulihkan sel-sel kulit mati. Ini sangat penting dalam proses peremajaan kulit.

Melihat sifat dasar kolagen, bahan ini banyak digunakan dalam hand and body lotion dan pelembap. Di negara-negara maju seperti Amerika dan Eropa, kolagen berfungsi dalam menata rambut, menghilangkan kerut, memutihkan wajah, melangsingkan perut, mengencangkan payudara, mencegah osteoporosis.

Kolagen juga dipercaya dapat memperbaiki bekas luka dan jerawat. Lubang-lubang kecil di kulit dapat ditutup dengan kolagen. Biasanya  ini dipakai dalam bentuk serum. Kolagen disuntikkan pada bagian yang tidak merata. Cairan ini akan membentuk jaringan kulit baru sehingga bekas luka akan tersamarkan.

Tubuh secara konsisten memproduksi kolagen. Sebagian ahli mengatakan, penurunan produksi kolagen dimulai pada usia 25 tahun. Sebagian lain beranggapan ini terjadi mulai usia 40 tahun.
Kekurangan kolagen dapat mengakibatkan turunnya elastisitas kulit dan menyebabkan kulit kendur. Ini menyebabkan munculnya garis-garis kerutan dan melemahnya tulang rawan pada sendi.

Para praktisi kecantikan kini punya berbagai cara untuk menambah jumlah kolagen dalam tubuh. Dalam penambahan kolagen, vitamin C berperan sangat penting. Oleh karena itu, kolagen sering disuntikkan ke dalam tubuh bersama vitamin C.

Kolagen yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui suntikkan adalah kolagen yang sudah jadi. Bahannya bisa dipastikan berasal dari tulang rawan hewan. Ada juga kolagen yang diminum. Namun cara ini dapat merusak susunan kolagen. Oleh karena itu, cara ini dianggap tidak efektif.

Kehalalan kolagen yang berasal dari hewan tergantung dari jenis hewan yang dipakai. Kolagen yang diambil dari babi jelas haram. Adapun kolagen yang diambil dari binatang halal seperti sapi masih harus diperhatikan cara penyembelihannya. Jika penyembelihannya tidak sesuai syariat Islam, bahan ini tidak halal.

Penggunaan kolagen juga tak selalu berbuah manis. Efek penggunaan produk kolagen pada satu orang tidak sama dengan orang lain karena setiap orang mempunyai tingkat respon yang berbeda. Oleh karena itu, penggunaan kolagen yang berasal dari luar tubuh harus tetap diwaspadai. Setidaknya perlu waspada terhadap alergi.

Republika 15 Januari 2016

Untuk koleksi kain tenun tapis terlengkap, segera kunjungi www.rumahtapis.blogspot.com




Membina Hubungan Mesra

Bangun Komunikasi Mesra

Rasulullah memiliki pola komunikasi mesra dengan istrinya.

Ikatan pernikahan adalah salah satu yang diistilahkan Al-Quran dengan mitsaqan ghalizha (ikatan yang kuat) (QS. An-Nisa: 154). Artinya, ikatan suci pernikahan bukanlah perkara enteng bak membeli kacang goreng. Kalau tidak enak bisa dibuang begitu saja. Walau perceraian disebut sebagai hal mubah (boleh), tapi perbuatan ini juga disebut sebagai perkara yang paling dibenci Allah Ta’ala.

Banyak pihak yang mendukung batas usia diperbolehkan menikah untuk dinaikkan. Semula dari 16 tahu menjadi 18 tahun. Tujuannya, agar adanya kedewasaan serta kematangan emosional ketika memasuki pernikahan. Namun, tindakan ini belum tepat sasaran dalam membendung kasus perceraian. Pada tahun 2013 saja, terjadi 324.527 kasus perceraian.

Kedewasaan tak selalu tumbuh beriringan dengan usia. Melihat dari kasus-kasus perceraian, kebanyakan pelaku malah bukanlah dari mereka yang menikah di usia muda. Padahal semakin bertambah usia tidak dengan sendirinya menjadikan seseorang semakin dewasa. Alangkah banyak orang yang usianya sudah lebih dari cukup tetapi tetap kekanak-kanakan.

Tuntutan Islam dalam pernikahan selalu menyebut mu’asyarah bil ma’ruf (pola komunikasi yang baik). Hal ini terlepas dari bekal agama yang dimiliki suami-istri sebelum dan sesudah memasuki pernikahan.

Penyebab konflik rumah tangga yang bahkan berakhir dengan perceraian, paling banyak justru komunikasi. Cara kita menyampaikan maksud, pikiran dan perasaan itulah yang kerap menjadi sebab bertikainya suami-istri yang saling mencintai.

Jika suami istri memiliki pola komunikasi yang baik, maka mereka sudah memiliki modal awal untuk menyelesaikan berbagai masalah. Contoh keluarga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau memiliki panggilan sayang untuk istri-istrinya. Misalkan Aisyah, dipanggil humaira (orang yang pipinya kemerah-merahan). Tampaknya sepele, tetapi berawal dari sebutan yang mesra, tutur kata selanjutnya akan terasa lebih berharga.

Pasangan calon pengantin yang akan menikah hendaknya memahami betul seluk-beluk rumah tangga. Pemerintah setempat harus benar-benar membekali mereka dengan pengetahuan membina rumah tangga sakinah.

Sebelum pernikahan, pembinaan atau konseling bagi calon suami istri itu perlu dimantapkan. Apalagi bagi mereka yang belum punya pengalaman berumah tangga. Dengan adanya pelatihan pra nikah yang baik, calon pengantin akan mengerti hak dan kewajibannya sebagai suami istri. Mereka akan berpikir panjang untuk menempuh perceraian.

Yang perlu dipahami, perceraian itu adalah perkara halal yang paling dibenci Allah. Jadi harus menjauhi pikiran-pikiran yang mengarah pada perceraian.


Republika 8 Januari 2016

Untuk koleksi kain tenun tapis terlengkap, segera kunjungi www.rumahtapis.blogspot.com