Wednesday, December 30, 2015

Mencegah Gangguan Pembekuan Darah

Waspada Penyakit Pembekuan Darah

Penyakit pembekuan darah berkaitan erat dengan penyebab kematian utama di Indonesia, yaitu stroke dan jantung.

Penyakit darah beku merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh darah yang manggumpal dan menyumbat di dalam tubuh. Darah beku umumnya dapat terjadi di bagian tubuh mana saja, seperti otak, pembuluh darah vena, jantung, paru-paru, dan bagian kaki manusia.

Pembekuan darah menjadi salah satu penyebab kematian utama di Indonesia. Hal ini disebabkan penyakit pembekuan darah berkaitan dengan stroke dan jantung.

Kita tahu stroke dan jantung adalah penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia. Sebesar 80-85 persen stroke adalah stroke iskemik yang disebabkan thrombosis atau pembekuan darah. Sementara jantung, menyumbang 70 persen, yang juga diakibatkan oleh thrombosis.

Secara garis besar, thrombosis adalah suatu kondisi terjadinya pembentukan gumpalang-gumpalan darah di dalam pembuluh darah manusia. Sehingga, tak jarang kondisi tersebut menimbulkan masalah dan menjadi sumber penyakit. Trombosis dapat terjadi pada pembuluh darah manapun dan dapat menimbulkan risiko yang fatal, apabila menghambat aliran darah menuju organ vital.

Trombosis bisa terjadi akibat gangguan keseimbangan antara faktor koagulan, antikoagulan, dan fibrinolysis.

Berdasarkan gejalanya, penyakit darah beku ini dibagi menjadi dua jenis, yakni venous thrombo embolism (VTE), yang menyebabkan embolus. Embolus adalah lepasan bekuan darah yang kemudian melayang-layang di pembuluh darah. Embolous-embolous itu jadi ancaman ketika dibawah darah jalan-jalan sampai ke paru-paru sehingga dapat menyebabkan kematian mendadak.

Sementara itu, jenis lainnya bernama deep vein thrombosis (DVT) yang merupakan pembekuan pada pembuluh darah vena bagian dalam. DVT umumnya terjadi keluhan pada kaki yang sering pegal-pegal, membengkak, mengalami perubahan warna, dan terasa nyeri.

Beberapa penelitian dari WHO mengungkapkan bahwa kejadian pembekuan darah jenis VTE setiap tahunnya meningkat sesuai umur. Perbandingannya dengan angkat kejadian 1 per 10 ribu hingga 20 ribu populasi di bawah umur 15 tahun. Begitu juga yang terjadi pada kasus usia di atas 80 tahun, meningkat secara eksponsensial sesuai dengan umur tersebut hingga 1 per seribu kasus per tahunnya.

Setiap orang berisiko mengalami VTE maupun DVT. Namun orang dengan kondisi tertentu memiliki potensi lebih besar mengalami VTE. Faktor risiko VTE sendiri bersifat multifactorial, seperti umur, jenis kelamin, faktor genetic, kebiasaan merokok, kanker, diabetes mellitus, dan hipertensi.
Selain itu, faktor paparan atau pencetus, seperti operasi, stroke, infeksi paru, infark jantung, inflamasi, gemar merokok, serta gaya hidup yang tidak sehat juga menjadi faktor penyakit pembekuan darah jenis VTE. Kebiasaan sering berbaring lebih dari tiga hari atau duduk lebih dari delapan jam juga menjadi faktor pemicunya.

Untuk itu, dalam mencegah dan mengobati penyakit tersebut, dibutuhkan terapi dengan menggunakan teknologi terbaru, seperti terapi antikoagulan. Terapi ini berpotensi mematikan darah yang beku sehingga aliran darah kembali lancar.

Saat ini masih banyak dilakukan terapi pengobatan dengan cara lama akibat ketiadaan alat. Hal ini menyebabkan pasien tidak mendapatkan pengobatan yang maksimal.

Sebagian kasus terlambat ditangani. Maka pencegahan sejak dini penting untuk dilakukan. Misalnya jika terjadi pembengkakan di kaki, sering nyeri, dan sebagainya harus segera dikonsultasikan ke dokter.


Republika 30 Oktober 2015

Untuk koleksi kain tenun tapis terlengkap, silahkan kunjungi www.rumahtapis.blogspot.com

Pencegahan Penyakit Cacingan

Waspadai Cacingan Pada Anak

Sekitar 1,5 miliar jiwa atau 24 persen dari total populasi dunia menderita infeksi cacingan.
Cacingan masih menjadi penyakit yang ternyata banyak di derita anak-anak Indonesia yang tak terkecuali di kota besar seperti Jakarta. Namun, masyarakat belum sepenuhnya menyadari akan bahaya cacingan yang berpotensi menghambat pertumbuhan dan kecerdasan anak.

Potensi menghambat pertumbuhan itu terjadi karena larva cacing yang masuk ke dalam tubuh menuju usu akan hidup dan bermukim di sana. Cacing akan menggigit dinding usus dan mengambil nutrisi dari makanan yang sudah dimakan oleh anak. Akibatnya, anak kekurangan nutrisi dan perkembangan kognitifnya juga akan menurun. Kondisi tersebut akan membuat potensi IQ mereka menjadi berkurang, sulit menerima pelajaran dengan baik, dan mudah lelah.

Menyadari betapa pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat atas bahaya cacingan yang diderita anak-anak maka perlu pembinaan dan sosialisasi untuk mengatasi masalah cacingan.
Diperlukan kesadaran kebersihan dan kesehatan diri serta lingkungan pada anak-anak yang tentunya melibatkan pembinaan dari orangtua.

Cacingan banyak diderita anak-anak di negara maju dengan tingkat ekonomi menengah ke atas dan ke bawah. Dalam hal itulah, Pemerintah Indonesia terus berupaya mengurangi masalah ini dengan cara mempromosikan gaya hidup sehat dan sanitasi yang bersih. Khusus bagi anak-anak melalui edukasi dari orangtua maupun guru di sekolah.

Saat ini, penyakit cacingan merupakan masalah kesehatan yang menjadi ancaman masyarakat dunia. Berdasar data terbaru dari WHO, sekitar 1,5 miliar atau 24 persen dari total populasi dunia menderita infeksi cacingan.

Infeksi cacingan ini menyebar luas di daerah tropis dan subtropics dengan jumlah yang cukup besar di wilayah Afrika, Amerika, dan Asia Timur. Di Indonesia sendiri angka penderita cacingan masih sangat tinggi. Rata-rata prevalensinya sebesar 28 persen dengan tingkat yang berbeda-beda di tiap daerah.

Data dari Kemenkes untuk wilayah juga menunjukkan bahwa tingkat prevalensi di Wilyah Jakarta Timur juga cukup tinggi, yakni mencapai 48,73 persen.

Hal ini diakibatkan berbagai macam faktor, yakni sanitasi buruk, lingkungan tidak bersih, hingga akibat iklim tropis di Indonesia. Faktor-faktor tersebut memungkinkan cacing dapat berkembang biak dengan baik di dalam tanah dan masuk ke kulit manusia melalui berbagai cara, seperti misalnya, orang yang malas menggunakan sepatu dan menginjak tanah, tidak cuci tangan sebelum makan, hingga ke dalam sumur air yang kurang dari 10 meter yang dekat dengan septic tank.

Idealnya sumur air itu harus digali sedalam 10 meter di dalam tanah agar jaraknya jauh dari pembuangan septic tank di rumah. Karena selain dapat berkembang di dalam tanah, cacing juga dapat berkembang dan menular melalui kotoran manusia.

Secara keseluruhan, penyakit cacingan pada anak ini bisa dicegah. Caranya, selain menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan gaya hidup sehat, yang tak kalah penting adalah mengonsumsi obat cacing setiap enam bulan sekali.

WHO juga menyarankan agar masyarakat mengonsumsi obat cacing setahun sekali, terutama mereka yang tinggal di lingkungan dengan tingkat prevalensi cacingan lebih dari 20 persen dan dua kali setahun untuk yang lebih dari 50 persen.

Tingkat pengetahuan yang komprehensif bagi orangtua terhadap anak tentang hidup bersih juga tak kalah penting dilakukan sebagai upaya pencegahan. Hal ini dapat menurunkan prevalensi penderita cacingan, mengurangi infeksi berat pada anak, serta mengurangi dampak cacingan.

Setelah mengetahui gejala-gejala cacingan pada anak agar lebih pasti sebaiknya melakukan pemeriksaan tinja dan tes laboratorium. Rangkaian tes ini berguna untuk memastikan apakah anak terkena cacingan atau hanya penyakit biasa.

Upaya ini dilakukan semata-mata karena gejala yang ditimbulkan pada anak yang menderita cacingan hampir sama dengan gejala suatu penyakit. Si penderitanya terlihat lesu, lemah, anemia, dan kurang bergairah dalam menjalankan aktivitasnya.


Republika  17 November 2015

Untuk koleksi kain tenun tapis terlengkap, silahkan kunjungi www.rumahtapis.blogspot.com

Ketika Kecemasan Menjangkiti

Waspadai Kecemasan Berlebih

Masalah pemanasan global bisa menjadi pemicu seseorang mengalami kecemasan.

Anda sering merasa panic dan cemas ketika meninggalkan suatu benda, seperti telepon genggam? Pada kondisi tersebut, kebanyakan orang mungkin berpikir lebih baik meninggalkan dompet daripada harus meninggalkan telepon genggam. Ketika telepon genggam tertinggal, seseorang cenderung merasa panic dan gelisah.

Kondisi tersebut ternyata masuk ke dalam gejala ringan gangguan kecemasan yang banyak dialami manusia. Disadari atau tidak, banyak di antara kita yang kerap mengalami masalah ini.
Banyak pemicunya, mulai dari akibat faktor lingkungan, gaya hidup kaum urban yang serba cepat, dan masalah pemanasan global adalah sebagian umum yang bisa memicu seseorang mengalami kecemasan.

Kecemasan merupakan suatu masalah yang berkaitan dengan timbulnya gejala-gejala sistem saraf otonom di dalam tubuh. Biasanya kecemasan itu ditandai dengan timbulnya dua komponen gejala, yaitu gejala fisik dan psikologis.

Untuk gejala fisik biasanya ditimbulkan tubuh, seperti jantung berdebar, diare, pusing, berkeringat dingin, sesak napas, mual. Sementara gejala psikologis ditandai dengan perasaan khawatir, waswas, gugup, dan ketakutan.

Dalam praktik sehari-hari, beberapa diagnosis gangguan cemas yang sering ditemukan adalah gangguan cemas menyeluruh, gangguan cemas panic, gangguan obsesif kompulsif, gangguan stress pascatrauma, fobia sosial, fobia spesifik. Namun, semua kecemasan tersebut ternyata memiliki dampak negatif dan positif.

Kalau karakter kecemasan yang muncul bersifat positif dan mekanisme penanganan atau terapi dapat dilakukan dengan tepat, dipastikan individu tersebut bisa menghadapi serta mengendalikan gangguan tersebut dengan baik.

Akan tetapi, apabila terjadi kebalikannya dan menimbulkan kecemasan berlebih hingga ketegangan terus-menerus, perlu melakukan terapi dengan psikolog atau psikiater.

Kecemasan yang berlebih kiranya juga patut untuk diwaspadai karena dapat mengancam jiwa.
Kalau gejala kecemasan sudah masuk ke dalam fase gangguan jiwa yang mengakibatkan gangguan depresi, baik pasien maupun paramedic, perlu melakukan penanganan khusus.

Penanganan khusus itu diperlukan karena dalam kondisi tersebut dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan fungsional pasien dalam pekerjaan. Tak hanya itu, kecemasan berlebihan dapat menimbulkan gejala fisik yang tidak bisa dijelaskan secara medic (psikosomatik). Sementara, pada gangguan yang lebih lama dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk bunuh diri.

Oleh karena itu, jika kecemasan tidak ditangani dengan baik, dapat berakibat depresi atau gejala gangguan lainnya yang lebih parah. Dengan mengendalikan kecemasan yang baik, tingkat produktivitas seseorang pun dapat terjaga untuk hidup yang lebih berkualitas.

Pada dasarnya kasus-kasus gangguan jiwa, seperti cemas dan depresi, ini bisa disembuhkan. Akan tetapi, pasien sering kali menunggu terlalu lama untuk datang ke paramedic karena cenderung merasa malu jika harus datang ke psikolog atau psikiater.

Terapi pada praktik psikiater bisa dilakukan dengan menggunakan obat atau psikofarmakologi maupun psikoterapi. Kombinasi dari dua cara pengobatan tersebut dapat diterapkan bersamaan kepada pasien yang mengalami masalah gangguan jiwa. Untuk terapi secara psikofarmakologi dalam pengobatan gangguan cemas ini dapat menggunakan obat antidepresan. Obat ini dapat bekerja dengan cepat setelah dikonsumsi.

Namun dihimbau bahwa penggunaan obat-obaan golongan tersebut harus dibawah pengawasan dokter ahli. Dengan begitu, pasien bisa mendapatkan dosis dan pengobatan yang tepat. Selain dengan terapi menggunakan obat, terapi kognitif dan perilaku secara ilmiah juga terbukti dapat mengatasi masalah gangguan cemas dan depresi, seperti melakukan relaksasi, sosialisasi, dan berolahraga.

Republika 23 November 2015

Untuk koleksi kain tenun tapis terlengkap, silahkan kunjungi www.rumahtapis.blogspot.com


Thursday, December 3, 2015

Rumah Murah Lampung

Secara umum, dapat diartikan sebagai tempat untuk berlindung atau bernaung dari pengaruh keadaan alam sekitarnya ( Hujan, Matahari, dll ) Serta merupakan tempat beristirahat setelah bertugas untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari. Namun, pengertian rumah juga dapat ditinjau lebih jauh secara fisik dan psikologis. (Baca: Tapis untuk dekorasi rumah)

1. Secara Fisik

    Dari segi fisik rumah berarti suatu bangunan tempat kembali dari berpergian, bekerja, tempat tidur dan beristirahat memulihkan kondisi fisik dan mental yang letih dari melaksanakan tugas sehari-hari.

2. Secara Psikologis

    Ditinjau dari segi psikologis rumah berarti suatu tempat untuk tinggal dan untuk melakukan hal-hal tersebut di atas, yang tentram, damai, menyenangkan bagi penghuninya. rumah dalam pengertian psikologis ini lebih mengutamakan situasi dan suasana daripada kondisi dan keadaan fisik rumah itu sendiri.

B. Pengertian Rumah Tinggal Sederhana/ Tak Bertingkat

     Rumah tinggal sederhana adalah tempat tinggal berlantai satu untuk berlindung dan bernaung dari pengaruh keadaan alam sekitarnya yang secara fisik tidak mengandung unsur-unsur kemewahan, namun tidak juga mengenyampingkan keindahan atau estetika.

C. Fungsi Rumah Tinggal

1.    Untuk melindungi manusia dari pengaruh sekitar ( Alam )
2.    Sebagai tempat beristirahat/ tidur setelah beraktifitas
3.    Sebagai wadah untuk aktifitas-aktifitas harian manusia. seperti : mandi, makan, masak, dll.

D. Syarat Rumah Tinggal

1.    Aksebilitas
§  Kebutuhan transportasi terpenuhi dengan mudah dan murah.
§  Jarak tempat ke fasilitas umum mudah dan cepat
§  Jalan menuju lokasi kualitasnya cukup baik, aman, dan nyaman hendaknya lancar.
    
   2.  Lingkungan

§  Kesehatan lingkungan terpenuhi. misalnya : Jauh dari polusi ( Pabrik maupun kendaraan umum )
§  Penataan lingkungan cukup asri dan alami
§  Cukup ruang terbuka. misalnya : taman atau komunitas
§  prasarana dan sarana memadai. misalnya : jalan lingkungan, tempat-tempat ibadah, olahraga, taman, sekolah dll.
 
   3. Secara fisik rumah itu sendiri harus

§  Sesuai dengan organisasikeluarga
§  Sehat
§  Nyaman
§  Aman

Sumber:
http://rizkikhaharudinakbar.blogspot.co.id/


Sunday, February 22, 2015

Motif Tapis Langka

Inilah salah satu motif kain tapis yang cukup langka dan tidak mudah ditemui di berbagai toko tapis atau perajin di Lampung. Motif asmaul husna, memuat motif 99 nama Allah yang baik (asmaul husna). Kelangkaan motif asmaul husna lebih disebabkan proses pembuatannya yang rumit dan cukup lama. Setidaknya memerlukan waktu 4 bulan untuk menyelesaikan kain tapis motif asmaul husna.

Untuk pemesanan, hubungi 085741887228. Email: andirahmanto2807@gmail.com

Kain Tapis Motif Asmaul Husna Vertikal

Panjang = 75 cm dan lebar = 150 cm. Motif disulam. Memuat motif sulam 99 nama Allah yang baik (asmaul husna). Harga Rp 1.800.000



============================================================

Kain Tapis Motif Asmaul Husna Horizontal

Panjang = 150 cm dan lebar = 75 cm. Motif disulam. Memuat motif sulam 99 nama Allah yang baik (asmaul husna). Harga Rp 1.800.000




Saturday, February 21, 2015

Tentang Kain Tapis

Kain Tapis Khusus Hiasan Dinding
Kain tapis adalah kerajinan kain tenun khas suku Lampung. Kain tenun tapis dibuat dari benang kapas, kemudian dihias dengan motif yang dirangkai dari benang emas atau benang perak dengan sistem sulam.

Suku Lampung

Suku bangsa Lampung dikenal mempunyai bentuk adat yang berbeda dengan ada kebudayaan lain di nusantara. Pepadun dan Saibatin adalah dua kelompok adat dari suku Lampung asli.
Masyarakat adat Saibatin atau Lampung Pesisir antara lain: Kepaksian Sekala Brak, Keratuan Melinting, Keratuan Balau, Keratuan Darah Putih, Keratuan Semaka, Keratuan Komering, Cikoneng Pak Pekok.
Masyarakat adat Pepadun atau Lampung Pedalaman antara lain: Sungkai Bunga Mayang, Buay Lima Way Kanan, Pubian Telu Suku, Mego Pak Tulang Bawang, Abung Siwo Mego.
Lampung juga dijuluki sebagai Sang Bumi Ruwa Jurai yang bermakna “bumi yang dua dalam kesatuan”.

Tentang Kain Tapis

Kain tapis merupakan kain sarung yang umumnya dipakai oleh kaum wanita. Motif kain tapis pada umumnya terinspirasi dari alam, tumbuhan, binatang. Seiring masuknya agama Islam ke Lampung, maka motif tulisan Arab turut memperkaya khazanah motif kain tapis.
Pembuatan kain tapis masih tergolong tradisional karena belum menggunakan peralatan yang cukup canggih dan modern. Pada umumnya pengerjaan kain tapis dilakukan oleh para gadis atau ibu rumah tangga. Kain tapis biasanya digunakan untuk upacara-upacara adat atau keagamaan sehingga pada masa lalu kain tapis dianggap sakral.

Sejarah Kain Tapis

Berdasar penelitian Van der Hoop, sejak abad ke-2 Sebelum Masehi, masyarakat Lampung telah mengenal metode tenun kain brokat yang disebut nampan dan kain pelepai. Kain ini dikenal dengan kepercayaan mistis karena motifnya biasanya berupa pohon atau bangunan yang didiami roh.
Tidak dapat dipungkiri jika adanya kesamaan motif antara kain tapis Lampung dengan motif kain tradisional dari suku lain di nusantara. Hal ini sangat wajar karena sejak dahulu telah terjalin komunikasi dan transportasi antara suku Lampung dengan suku-suku lain, terutama di masa kejayaan maritim kerajaan Islam nusantara pada abad ke-14 sampai 15 Masehi.

Jenis-Jenis Tapis Menurut Daerah Pembuatannya

Berikut ini contoh tapis yang lazim dipakai oleh suku Lampung Pepadun dan Saibatin.

Tapis Pesisir: Tapis Paksi Pak, Tapis Jinggu, Tapis Cukkil, Tapis Kuning, Tapis Semaka, Tapis Cucuk Andak, Tapis Inuh.

Tapis Pubian Telu Suku: Tapis Lawok Handak, Tapis Lawok Silung, Tapis Sasap, Tapis Tuho, Tapis Cucuk Handak, Tapis Pucuk Rebung, Tapis Raja Medal, Tapis Laut Linau, Tapis Balak, Tapis Jung Sarat.

Tapis Sungkai Way Kanan: Tapis Lawok Silung, Tapis Raja Medal, Tapis Tuha, Tapis Lawok Halom, Tapis Kuning, Tapis Kaca, Tapis Halom, Tapis Pucuk Rebung, Tapis Balak, Tapis Jung Sarat.

Tapis Tulang Bawang Mego Pak: Tapis Cucuk Sutero, Tapis Cukkil, Tapis Kibang, Tapis Kaco Mato di Lem, Tapis Jung Sarat, Tapis Kilap Turki, Tapis Sasab, Tapis Limar Tunggal, Tapis Bintang Perak, Tapis Ratu Tulang Bawang, Tapis Limar Sekebar, Tapis Dewosano.

Tapis Abung Siwo Mego: Tapis Serdadu Baris, Tapis Kaco, Tapis Kuning, Tapis Sasap, Tapis Gajah Mekhem, Tapis Cucuk Semako, Tapis Pucuk Rebung, Tapis Balak, Tapis Cucuk Andak, Tapis Nyelem di Laut Timbul di Gunung, Tapis Raja Medal, Tapis Jung Sarat, Tapis Lawet Linau, Tapis Lawet Silung, Tapis Lawet Andak, Tapis Rajo Tunggal.

Ragam Tenun Tapis Berdasar Pemakai

Tapis Jung Sarat
Pada upacara perkawinan, pengantin wanita menggunakan tapis jenis Jung Sarat. Biasa juga digunakan oleh istri saudara yang lebih tua saat mengikuti kegiatan adat berupa pemberian gelar pangeran atau sutan, pengantin, dan muli cangget (gadis penari).

Tapis Raja Medal
Tapis jenis ini umumnya dikenakan oleh istri kerabat yang tertua (tuho penyimbang) saat seremoni pengambilan gelar dan perkawinan.

Tapis Laut Andak
Tapis Laut Andak digunakan para muli cangget (gadis penari) ada acara adat. Dapat juga digunakan oleh istri adik yang mengiringi dalam seremoni pengambilan gelar.

Tapis Balak
Tapis Balak dikenakan adik perempuan dan istri dari anak seseorang yang menjalani proses pengambilan gelar atau dapat juga dikenakan saat upacara pernikahan.

Tapis Silung
Tapis Silung dikenakan orangtua yang masih kerabat dekat dalam acara pernikahan, pengambilan gelar, atau saat mendampingi pengantin.

Tapis Laut Linau
Tapis Laut Linau dikenakan oleh kerabat istri yang masuk dalam golongan saudara jauh saat menghadiri seremoni adat.

Biasa dikenakan juga oleh gadis yang mengiringi penganti pada upacara turun pengantin atau pengambilan gelar adat.

Tapis Cucuk Andak
Tapis Cucuk Andak umumnya digunakan oleh pengantin wanita dan dapat juga dipakai oleh para istri saat mengikuti upacara adat.

Tapis Cucuk Pinggir
Tapis Cucuk Pinggir biasa digunakan oleh para istri ketika mengikuti upacara adat dan gadis yang mengiringi pengantin.

Tapis Tuho
Tapis ini dipakai oleh seorang isteri yang suaminya sedang mengambil gelar sutan.

Tapis Agheng/Areng
Tapis Agheng digunakan para istri yang suaminya telah memperoleh gelar sutan saat upacara pengarakan naik pepadun.

Kain tapis ini umumnya dipakai pada saat menghadiri upacara-upacara adat. Tapis ini berasal dari daerah Krui, Lampung Barat.

Tapis Dewosano
Tapis Dewosano berasal dari kota Menggala dan Kotabumi, biasa dikenakan oleh pengantin wanita saat mengikuti upacara adat.

Tapis Kaca
Tapis Kaca biasanya digunakan oleh wanita saat mengikuti upacara adat.

Tapis Bintang
Tapis Bintang ini dipakai oleh pengantin wanita pada saat upacara adat.

Tapis Bidak Cukkil
Tapis Bidak Cukkil umumnya dipakai para lelaki ketika mengikuti upacara adat.

Tapis Bintang Perak
Tapis Bintang Perak biasa digunakan saat upacara adat.

Sumber: Wikipedia

Sunday, February 1, 2015

Perjalanan Haji

Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa selama sembilan tahun tinggal di Madinah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam belum melaksanakan haji. Selanjutnya, pada tahun kesepuluh, beliau mengumumkan hendak melakukan ibadah haji. Setelah pengumuman itu, berduyun-duyunlah orang datang ke Madinah. Semuanya ingin mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan mengamalkan ibadah haji sebagaimana amalan beliau.

Pada tanggal 25 Dzulqaidah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar dari Madinah. Jabir berkata, “Setelah unta yang membawanya sampai di lapangan besar, kulihat sejauh pandangan mata adalah lautan manusia, baik yang berkendaraan maupun yang berjalan kaki, mengitari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam didepan, belakang, kiri, maupun kanan beliau.”

Ada perbedaan pendapat dikalangan para perawi. Ahlu Madinah berpendapat bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan haji ifrad, sedangkan yang lainnya berpendapat bahwa beliau melakukan haji qiran. Sebagian yang lain meriwayatkan bahwa beliau memasuki kota Mekah sambil berumrah haji tamattu’, kemudian dilanjutkan dengan haji. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan ibadah hajinya seraya mengajarkan manasik dan sunnah-sunnah haji kepada orang-orang yang menunaikan ibadah haji bersamanya.

Pada hari Arafah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan khotbah umum di tengah-tengah kaum muslimin yang sedang berkumpul ditempat wukuf. Beliau berkhotbah, “Wahai manusia, dengarkanlah apa yang hendak kukatakan. Mungkin setelah tahun ini, aku tidak akan bertemu lagi dengan kalian di tempat ini untuk selama-lamanya. Hai manusia, sesungguhnya darah dan harta benda kalian adalah suci bagi kalian (yakni tidak boleh dinodai oleh siapapun juga) seperti hari dan bulan suci sekarang ini di negeri kalian ini. Ketahuilah, sesungguhnya segala bentuk perilaku dan tindakan jahiliyah tidak berlaku lagi. Tindakan menuntut balas atas kematian seseorang sebagaimana yang berlaku di masa jahiliyah juga tidak berlaku lagi. Tindak pembalasan jahiliyah seperti itu yang pertama kali kunyatakan tidak berlaku lagi ialah tindakan pembalasan atas kematian Ibnu Rabi’ah Ibnul Harits.

Baca selengkapnya