Wednesday, December 30, 2015

Cara Tubuh Bugar Sepanjang Hari

Tips Tubuh Sehat dan Bugar

Kebugaran pada dasarnya harus mengadopsi gaya hidup sehat untuk meningkatkan ketahanan mental dan fisik. Untuk itu, ada tips dan kiat agar tubuh senentiasa bugar dan sehat, yaitu:

Makan Sehat

Cukup terapkan rumus 4J, yaitu jumlah, jadwal, jenis, dan jurus. Untuk jumlah, seimbangkan asupan makanan dengan aktivitas. Untuk jadwal, sedianya Anda harus memiliki pola makan minimal tiga kali sehari (pagi, siang, malam). Sementara, bagi anak, gizi harus lengkap, lebih bagus ditambah snack yang sehat dan buah-buahan. Jurus memasak harus diperhatikan agar menjauhi makanan yang digoreng. Ajarkan anak untuk mengonsumsi makanan direbus, dikukus, atau dibakar.

Berpikir Sehat

Orangtua dilarang membuat anak stress. Tidak perlu banyak memberi tekanan, semisal, selalu menuntut anak meraih peringkat di sekolah dan sebagainya. Biarkan anak bahagia dengan tetap dalam bimbingan dan pantauan orangtua.

Istirahat Sehat

Untuk anak, biasakan istirahat atau tidur selama delapan sampai 10 jam per hari. Sementara, orangtua cukup enam sampai delapan jam per hari.

Aktivitas Sehat

Rutinkan olahraga, ajak anak senam, bersepeda, atau lari maupun olahraga lainnya. Anak cenderung lebih senang olahraga yang membuatnya seperti sedang bermain.

Lingkungan Sehat

Bebaskan anak dari asap rokok. Berikan contoh agar perilaku hidup anak menjadi sehat. Batasi juga penggunaan gadget dan atur pola hidup anak.

Sumber:
Republika 23 Desember hal. 26

Untuk koleksi kain tenun tapis terlengkap, silahkan kunjungi www.rumahtapis.blogspot.com


Mengatasi Gangguan Sindrom Metabolisme

Upaya Penanggulangan Sindrom Metabolik

Di dunia ini, penyakit akibat sindrom metabolic adalah penyakit paling banyak menyebabkan kematian. Penyakit metabolik tersebut, di antaranya, diabetes, kolesterol, hipertensi, dan penyakit jantung koroner.

Walau penyakit tersebut bukan termasuk penyakit menular, penyakit itu paling banyak menyebabkan kematian. Penyakit metabolic ini merupakan penyakit genetik yang diturunkan oleh orangtua kepada anak, sehingga sang anak juga berisiko terkena penyakit tersebut. Tapi sebenarnya penyakit ini bisa dicegah walau sang anak tetap berisiko terkena penyakit ini.

Sindrom metabolic adalah nama faktor risiko yang meningkatkan penyakit kronis tersebut. Menurut data WHO, 71 persen penyakit kematian di Indonesia salah satunya penyakit metabolic seperti diabetes.

Republika 26 Agustus 2015

Untuk koleksi kain tenun tapis terlengkap, silahkan kunjungi www.rumahtapis.blogspot.com


Agar Mata Tidak Terserang Katarak

Upaya Pencegahan Katarak

Gunakan Kacamata Hitam
Jika beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, usahakan menggunakan kacamata hitam dengan kemampuan menangkal sinar UV yang bagus. Kacamata itu untuk melindungi mata dari bahaya paparan sinar matahari berlebihan.

Ketahui Sejak Dini
Bayi diketahui juga berisiko tinggi terkena katarak, namun dapat dicegah dengan selalu memperhatikan perkembangan matanya. Apabila timbul bercak putih di mata bayi, diimbau segera berkonsultasi ke dokter spesialis mata. Jika balita yang sedang belajar berjalan diketahui kerap menabrak suatu benda, bisa jadi ada gangguan pada matanya.

Mengurangi Konsumsi Makanan Cepat Saji
Makanan cepat saji memiliki jumlah kadar gula dan sodium yang tinggi yang dapat mengganggu fungsi mata. Baiknya konsumsi makanan yang mengandung zat magnesium, seperti sayur dan buah untuk meningkatkan kesehatan otot mata.

Konsumsi Makanan Bervitamin A
Wortel dan bayam adalah sayuran yang baik untuk kesehatan mata. Kandungan vitamin dan betakaroten pada keduanya dapat mencegah penyakit mata, seperti mata minus dan katarak.

Konsumsi Makanan Kaya Antioksidan
Zat antioksidan berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan virus berbahaya. Selain itu, juga berfungsi sebagai antiradang sehingga dapat menjekankan gejala mata katarak lebih parah.

Operasi adalah Jalan Terbaik
Jika sudah semakin parah, tindakan operasi merupakan cara terbaik mengatasi katarak. Usai operasi, pasien dapat melihat dan hidup dengan normal kembali. Karena katarak bersifat sekali seumur hidup, jadi apabila sudah melakukan operasi dapat dipastikan katarak tidak akan muncul kembali.

Republika 21 Oktober 2015


Untuk koleksi kain tenun tapis terlengkap, silahkan kunjungi www.rumahtapis.blogspot.com

Mencegah Gangguan Pembekuan Darah

Waspada Penyakit Pembekuan Darah

Penyakit pembekuan darah berkaitan erat dengan penyebab kematian utama di Indonesia, yaitu stroke dan jantung.

Penyakit darah beku merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh darah yang manggumpal dan menyumbat di dalam tubuh. Darah beku umumnya dapat terjadi di bagian tubuh mana saja, seperti otak, pembuluh darah vena, jantung, paru-paru, dan bagian kaki manusia.

Pembekuan darah menjadi salah satu penyebab kematian utama di Indonesia. Hal ini disebabkan penyakit pembekuan darah berkaitan dengan stroke dan jantung.

Kita tahu stroke dan jantung adalah penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia. Sebesar 80-85 persen stroke adalah stroke iskemik yang disebabkan thrombosis atau pembekuan darah. Sementara jantung, menyumbang 70 persen, yang juga diakibatkan oleh thrombosis.

Secara garis besar, thrombosis adalah suatu kondisi terjadinya pembentukan gumpalang-gumpalan darah di dalam pembuluh darah manusia. Sehingga, tak jarang kondisi tersebut menimbulkan masalah dan menjadi sumber penyakit. Trombosis dapat terjadi pada pembuluh darah manapun dan dapat menimbulkan risiko yang fatal, apabila menghambat aliran darah menuju organ vital.

Trombosis bisa terjadi akibat gangguan keseimbangan antara faktor koagulan, antikoagulan, dan fibrinolysis.

Berdasarkan gejalanya, penyakit darah beku ini dibagi menjadi dua jenis, yakni venous thrombo embolism (VTE), yang menyebabkan embolus. Embolus adalah lepasan bekuan darah yang kemudian melayang-layang di pembuluh darah. Embolous-embolous itu jadi ancaman ketika dibawah darah jalan-jalan sampai ke paru-paru sehingga dapat menyebabkan kematian mendadak.

Sementara itu, jenis lainnya bernama deep vein thrombosis (DVT) yang merupakan pembekuan pada pembuluh darah vena bagian dalam. DVT umumnya terjadi keluhan pada kaki yang sering pegal-pegal, membengkak, mengalami perubahan warna, dan terasa nyeri.

Beberapa penelitian dari WHO mengungkapkan bahwa kejadian pembekuan darah jenis VTE setiap tahunnya meningkat sesuai umur. Perbandingannya dengan angkat kejadian 1 per 10 ribu hingga 20 ribu populasi di bawah umur 15 tahun. Begitu juga yang terjadi pada kasus usia di atas 80 tahun, meningkat secara eksponsensial sesuai dengan umur tersebut hingga 1 per seribu kasus per tahunnya.

Setiap orang berisiko mengalami VTE maupun DVT. Namun orang dengan kondisi tertentu memiliki potensi lebih besar mengalami VTE. Faktor risiko VTE sendiri bersifat multifactorial, seperti umur, jenis kelamin, faktor genetic, kebiasaan merokok, kanker, diabetes mellitus, dan hipertensi.
Selain itu, faktor paparan atau pencetus, seperti operasi, stroke, infeksi paru, infark jantung, inflamasi, gemar merokok, serta gaya hidup yang tidak sehat juga menjadi faktor penyakit pembekuan darah jenis VTE. Kebiasaan sering berbaring lebih dari tiga hari atau duduk lebih dari delapan jam juga menjadi faktor pemicunya.

Untuk itu, dalam mencegah dan mengobati penyakit tersebut, dibutuhkan terapi dengan menggunakan teknologi terbaru, seperti terapi antikoagulan. Terapi ini berpotensi mematikan darah yang beku sehingga aliran darah kembali lancar.

Saat ini masih banyak dilakukan terapi pengobatan dengan cara lama akibat ketiadaan alat. Hal ini menyebabkan pasien tidak mendapatkan pengobatan yang maksimal.

Sebagian kasus terlambat ditangani. Maka pencegahan sejak dini penting untuk dilakukan. Misalnya jika terjadi pembengkakan di kaki, sering nyeri, dan sebagainya harus segera dikonsultasikan ke dokter.


Republika 30 Oktober 2015

Untuk koleksi kain tenun tapis terlengkap, silahkan kunjungi www.rumahtapis.blogspot.com

Pencegahan Penyakit Cacingan

Waspadai Cacingan Pada Anak

Sekitar 1,5 miliar jiwa atau 24 persen dari total populasi dunia menderita infeksi cacingan.
Cacingan masih menjadi penyakit yang ternyata banyak di derita anak-anak Indonesia yang tak terkecuali di kota besar seperti Jakarta. Namun, masyarakat belum sepenuhnya menyadari akan bahaya cacingan yang berpotensi menghambat pertumbuhan dan kecerdasan anak.

Potensi menghambat pertumbuhan itu terjadi karena larva cacing yang masuk ke dalam tubuh menuju usu akan hidup dan bermukim di sana. Cacing akan menggigit dinding usus dan mengambil nutrisi dari makanan yang sudah dimakan oleh anak. Akibatnya, anak kekurangan nutrisi dan perkembangan kognitifnya juga akan menurun. Kondisi tersebut akan membuat potensi IQ mereka menjadi berkurang, sulit menerima pelajaran dengan baik, dan mudah lelah.

Menyadari betapa pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat atas bahaya cacingan yang diderita anak-anak maka perlu pembinaan dan sosialisasi untuk mengatasi masalah cacingan.
Diperlukan kesadaran kebersihan dan kesehatan diri serta lingkungan pada anak-anak yang tentunya melibatkan pembinaan dari orangtua.

Cacingan banyak diderita anak-anak di negara maju dengan tingkat ekonomi menengah ke atas dan ke bawah. Dalam hal itulah, Pemerintah Indonesia terus berupaya mengurangi masalah ini dengan cara mempromosikan gaya hidup sehat dan sanitasi yang bersih. Khusus bagi anak-anak melalui edukasi dari orangtua maupun guru di sekolah.

Saat ini, penyakit cacingan merupakan masalah kesehatan yang menjadi ancaman masyarakat dunia. Berdasar data terbaru dari WHO, sekitar 1,5 miliar atau 24 persen dari total populasi dunia menderita infeksi cacingan.

Infeksi cacingan ini menyebar luas di daerah tropis dan subtropics dengan jumlah yang cukup besar di wilayah Afrika, Amerika, dan Asia Timur. Di Indonesia sendiri angka penderita cacingan masih sangat tinggi. Rata-rata prevalensinya sebesar 28 persen dengan tingkat yang berbeda-beda di tiap daerah.

Data dari Kemenkes untuk wilayah juga menunjukkan bahwa tingkat prevalensi di Wilyah Jakarta Timur juga cukup tinggi, yakni mencapai 48,73 persen.

Hal ini diakibatkan berbagai macam faktor, yakni sanitasi buruk, lingkungan tidak bersih, hingga akibat iklim tropis di Indonesia. Faktor-faktor tersebut memungkinkan cacing dapat berkembang biak dengan baik di dalam tanah dan masuk ke kulit manusia melalui berbagai cara, seperti misalnya, orang yang malas menggunakan sepatu dan menginjak tanah, tidak cuci tangan sebelum makan, hingga ke dalam sumur air yang kurang dari 10 meter yang dekat dengan septic tank.

Idealnya sumur air itu harus digali sedalam 10 meter di dalam tanah agar jaraknya jauh dari pembuangan septic tank di rumah. Karena selain dapat berkembang di dalam tanah, cacing juga dapat berkembang dan menular melalui kotoran manusia.

Secara keseluruhan, penyakit cacingan pada anak ini bisa dicegah. Caranya, selain menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan gaya hidup sehat, yang tak kalah penting adalah mengonsumsi obat cacing setiap enam bulan sekali.

WHO juga menyarankan agar masyarakat mengonsumsi obat cacing setahun sekali, terutama mereka yang tinggal di lingkungan dengan tingkat prevalensi cacingan lebih dari 20 persen dan dua kali setahun untuk yang lebih dari 50 persen.

Tingkat pengetahuan yang komprehensif bagi orangtua terhadap anak tentang hidup bersih juga tak kalah penting dilakukan sebagai upaya pencegahan. Hal ini dapat menurunkan prevalensi penderita cacingan, mengurangi infeksi berat pada anak, serta mengurangi dampak cacingan.

Setelah mengetahui gejala-gejala cacingan pada anak agar lebih pasti sebaiknya melakukan pemeriksaan tinja dan tes laboratorium. Rangkaian tes ini berguna untuk memastikan apakah anak terkena cacingan atau hanya penyakit biasa.

Upaya ini dilakukan semata-mata karena gejala yang ditimbulkan pada anak yang menderita cacingan hampir sama dengan gejala suatu penyakit. Si penderitanya terlihat lesu, lemah, anemia, dan kurang bergairah dalam menjalankan aktivitasnya.


Republika  17 November 2015

Untuk koleksi kain tenun tapis terlengkap, silahkan kunjungi www.rumahtapis.blogspot.com

Ketika Kecemasan Menjangkiti

Waspadai Kecemasan Berlebih

Masalah pemanasan global bisa menjadi pemicu seseorang mengalami kecemasan.

Anda sering merasa panic dan cemas ketika meninggalkan suatu benda, seperti telepon genggam? Pada kondisi tersebut, kebanyakan orang mungkin berpikir lebih baik meninggalkan dompet daripada harus meninggalkan telepon genggam. Ketika telepon genggam tertinggal, seseorang cenderung merasa panic dan gelisah.

Kondisi tersebut ternyata masuk ke dalam gejala ringan gangguan kecemasan yang banyak dialami manusia. Disadari atau tidak, banyak di antara kita yang kerap mengalami masalah ini.
Banyak pemicunya, mulai dari akibat faktor lingkungan, gaya hidup kaum urban yang serba cepat, dan masalah pemanasan global adalah sebagian umum yang bisa memicu seseorang mengalami kecemasan.

Kecemasan merupakan suatu masalah yang berkaitan dengan timbulnya gejala-gejala sistem saraf otonom di dalam tubuh. Biasanya kecemasan itu ditandai dengan timbulnya dua komponen gejala, yaitu gejala fisik dan psikologis.

Untuk gejala fisik biasanya ditimbulkan tubuh, seperti jantung berdebar, diare, pusing, berkeringat dingin, sesak napas, mual. Sementara gejala psikologis ditandai dengan perasaan khawatir, waswas, gugup, dan ketakutan.

Dalam praktik sehari-hari, beberapa diagnosis gangguan cemas yang sering ditemukan adalah gangguan cemas menyeluruh, gangguan cemas panic, gangguan obsesif kompulsif, gangguan stress pascatrauma, fobia sosial, fobia spesifik. Namun, semua kecemasan tersebut ternyata memiliki dampak negatif dan positif.

Kalau karakter kecemasan yang muncul bersifat positif dan mekanisme penanganan atau terapi dapat dilakukan dengan tepat, dipastikan individu tersebut bisa menghadapi serta mengendalikan gangguan tersebut dengan baik.

Akan tetapi, apabila terjadi kebalikannya dan menimbulkan kecemasan berlebih hingga ketegangan terus-menerus, perlu melakukan terapi dengan psikolog atau psikiater.

Kecemasan yang berlebih kiranya juga patut untuk diwaspadai karena dapat mengancam jiwa.
Kalau gejala kecemasan sudah masuk ke dalam fase gangguan jiwa yang mengakibatkan gangguan depresi, baik pasien maupun paramedic, perlu melakukan penanganan khusus.

Penanganan khusus itu diperlukan karena dalam kondisi tersebut dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan fungsional pasien dalam pekerjaan. Tak hanya itu, kecemasan berlebihan dapat menimbulkan gejala fisik yang tidak bisa dijelaskan secara medic (psikosomatik). Sementara, pada gangguan yang lebih lama dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk bunuh diri.

Oleh karena itu, jika kecemasan tidak ditangani dengan baik, dapat berakibat depresi atau gejala gangguan lainnya yang lebih parah. Dengan mengendalikan kecemasan yang baik, tingkat produktivitas seseorang pun dapat terjaga untuk hidup yang lebih berkualitas.

Pada dasarnya kasus-kasus gangguan jiwa, seperti cemas dan depresi, ini bisa disembuhkan. Akan tetapi, pasien sering kali menunggu terlalu lama untuk datang ke paramedic karena cenderung merasa malu jika harus datang ke psikolog atau psikiater.

Terapi pada praktik psikiater bisa dilakukan dengan menggunakan obat atau psikofarmakologi maupun psikoterapi. Kombinasi dari dua cara pengobatan tersebut dapat diterapkan bersamaan kepada pasien yang mengalami masalah gangguan jiwa. Untuk terapi secara psikofarmakologi dalam pengobatan gangguan cemas ini dapat menggunakan obat antidepresan. Obat ini dapat bekerja dengan cepat setelah dikonsumsi.

Namun dihimbau bahwa penggunaan obat-obaan golongan tersebut harus dibawah pengawasan dokter ahli. Dengan begitu, pasien bisa mendapatkan dosis dan pengobatan yang tepat. Selain dengan terapi menggunakan obat, terapi kognitif dan perilaku secara ilmiah juga terbukti dapat mengatasi masalah gangguan cemas dan depresi, seperti melakukan relaksasi, sosialisasi, dan berolahraga.

Republika 23 November 2015

Untuk koleksi kain tenun tapis terlengkap, silahkan kunjungi www.rumahtapis.blogspot.com


Thursday, December 3, 2015

Rumah Murah Lampung

Secara umum, dapat diartikan sebagai tempat untuk berlindung atau bernaung dari pengaruh keadaan alam sekitarnya ( Hujan, Matahari, dll ) Serta merupakan tempat beristirahat setelah bertugas untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari. Namun, pengertian rumah juga dapat ditinjau lebih jauh secara fisik dan psikologis. (Baca: Tapis untuk dekorasi rumah)

1. Secara Fisik

    Dari segi fisik rumah berarti suatu bangunan tempat kembali dari berpergian, bekerja, tempat tidur dan beristirahat memulihkan kondisi fisik dan mental yang letih dari melaksanakan tugas sehari-hari.

2. Secara Psikologis

    Ditinjau dari segi psikologis rumah berarti suatu tempat untuk tinggal dan untuk melakukan hal-hal tersebut di atas, yang tentram, damai, menyenangkan bagi penghuninya. rumah dalam pengertian psikologis ini lebih mengutamakan situasi dan suasana daripada kondisi dan keadaan fisik rumah itu sendiri.

B. Pengertian Rumah Tinggal Sederhana/ Tak Bertingkat

     Rumah tinggal sederhana adalah tempat tinggal berlantai satu untuk berlindung dan bernaung dari pengaruh keadaan alam sekitarnya yang secara fisik tidak mengandung unsur-unsur kemewahan, namun tidak juga mengenyampingkan keindahan atau estetika.

C. Fungsi Rumah Tinggal

1.    Untuk melindungi manusia dari pengaruh sekitar ( Alam )
2.    Sebagai tempat beristirahat/ tidur setelah beraktifitas
3.    Sebagai wadah untuk aktifitas-aktifitas harian manusia. seperti : mandi, makan, masak, dll.

D. Syarat Rumah Tinggal

1.    Aksebilitas
§  Kebutuhan transportasi terpenuhi dengan mudah dan murah.
§  Jarak tempat ke fasilitas umum mudah dan cepat
§  Jalan menuju lokasi kualitasnya cukup baik, aman, dan nyaman hendaknya lancar.
    
   2.  Lingkungan

§  Kesehatan lingkungan terpenuhi. misalnya : Jauh dari polusi ( Pabrik maupun kendaraan umum )
§  Penataan lingkungan cukup asri dan alami
§  Cukup ruang terbuka. misalnya : taman atau komunitas
§  prasarana dan sarana memadai. misalnya : jalan lingkungan, tempat-tempat ibadah, olahraga, taman, sekolah dll.
 
   3. Secara fisik rumah itu sendiri harus

§  Sesuai dengan organisasikeluarga
§  Sehat
§  Nyaman
§  Aman

Sumber:
http://rizkikhaharudinakbar.blogspot.co.id/